Senin, 22 Oktober 2012

celin dion - The Power of Love

Celin dion, penyanyi solo wanita yang satu ini sangat saya gemari.. Lagu-lagu nya sangat menyentuh hati, dengan karakter vocal yang menakjubkan.. Salah satu lagu dari celin yang saya paling suka adalah "The Power of Love" . Isi lirik nya menjelaskan tentang kekuatan cinta..

The whispers in the morning
Of lovers sleeping tight
Are rolling like thunder now
As I look in your eyes
I hold on to your body
And feel each move you make
Your voice is warm and tender
A love that I could not forsake

(first chorus)
’Cause I am your lady
And you are my man
Whenever you reach for me
I’ll do all that I can
Lost is how I’m feeling lying in your arms
When the world outside’s too
Much to take
That all ends when I’m with you
Even though there may be times
It seems I’m far away
Never wonder where I am
’Cause I am always by your side
(repeat first chorus)
(second chorus)
We’re heading for something
Somewhere I’ve never been
Sometimes I am frightened
But I’m ready to learn
Of the power of love
The sound of your heart beating
Made it clear
Suddenly the feeling that I can’t go on
Is light years away

my profile



            Jika kalian tahu sebuah grup band metal asal bekasi yang bernama GARGANTUAR, yang beranggotakan 5 pemuda gagah dan berani, dengan salah seorang personil yang bernama Faddilah Ridwan Fiqih yang merupakan vocalis dari grup band tersebut. Orang itu tak lain tak bukan adalah saya. Nama yang islami yang diberikan oleh orang tua saya ketika saya lahir. Tepat nya pada hari ke sepuluh di bulan Juni tahun 1993 saya lahir ke bumi ini, di sebuah daerah di Ibu Kota Indonesia.
            Lahir dari keluarga sederhana ternyata sangat bahagia. Ayah saya yang hanya seorang teknisi panggilan dan ibu saya yang merupakan ibu rumah tangga, tetapi kasih sayang yang mereka berikan sungguh besar dan tak bisa saya ungkapkan dengan kata-kata. Saya merupakan anak pertama dari dua bersaudara, kami sekeluarga tinggal di sebuah istana. Bukan istana para Raja pastinya, hanya rumah kecil yang cukup menampung 4 orang.
            Pendidikan adalah nomor satu bagi saya, dari kecil saya selalu ingin bersekolah di sekolah unggulan. Untuk mengenalkan saya ke dunia pendidikan, orang tua saya mendaftarkan saya di sebuah Taman Kanak-kanak yang bernama TK Puspitasari di daerah Bintara. Setelah 1 tahun merasakan dunia belajar dan bermain, lalu saya merasakan bangku Sekolah Dasar di SDN Bintara VI pada usia 6 tahun hingga lulus di tahun 2005. Lulus dari SD, saya melanjutkan pendidikan ke tingkat SMP, yaitu di SMPN 199 di daerah Jakarta Timur. Di tahun 2008 saya dinyatakan lulus dari SMP, dan beranjak ke dunia putih abu-abu di SMKN 26 Jakarta, atau lebih dikenal STM Pembangunan Jakarta. Tidak seperti sekolah lainnya, di sekolah ini saya belajar selama 4 tahun, yaitu 3 tahun belajar di sekolah dan 1 tahun belajar di Industri. Setelah 4 tahun lama nya saya berseragam putih abu-abu, akhirnya saya lulus dengan nilai yang memuaskan. Alhamdulillah Allah memberikan Rezeki yang lebih kepada orang tua saya sehingga tidak ragu-ragu untuk mendukung saya yang ingin kuliah, dan kuliah lah saya di sebuah Universitas swasta ternama yaitu Gunadarma pada tahun 2012.
           
            Di suatu malam dalam mimpi saya, terdengar suara ribuan orang memanggil nama saya. Tentu kalian berfikir itu suara para rakyat yang menyerukan pemimpinnya. Tetapi bukan itu, suara itu adalah suara ribuan orang di depan panggung yang menunggu aksi perform dari grup band saya. Ya, itulah cita-cita saya yang ingin menjadi musisi terkenal. Sangat bangga sekali jika saya bernyanyi di hadapan ribuan orang di mancanegara, dengan bendera merah putih berkibar yang terikat pada stand mic yang saya gunakan.
            Dua hal yang paling saya sukai adalah olahraga dan olahsuara. Olahraga permainan adalah yang paling saya gemari dari mulai sepak bola, bulu tangkis,  tenis meja, hingga volley. Bukan kemenangan yang saya cari, tetapi kesenangan yang membuat hati ini bahagia. Olahsuara atau menyanyi juga sangat saya sukai, bermacam-macam genre music hampir semua saya suka, mulai dari Pop, dangdut, jazz, rock, metal, hingga musik-musik gospel pun saya suka dan sering saya nyanyikan di sela waktu.
            Setelah 19 tahun menjalani hidup di dunia ini, tentu nya saya pernah mengalami pengalaman hidup yang sangat berkesan dan tak akan terlupakan. Yaitu pada saat saya duduk di bangku sekolah dasar, saya mewakili sekolah untuk ikut lomba siswa teladan se Bekasi. Satu bulan saya lalui dengan latihan yang rutin, saya berada di urutan 17 dari ratusan siswa. Hasil yang cukup membanggakan bagi saya, sekolah, dan orang tua saya. Hal itu yang tidak akan pernah terlupakan dalam hidup saya.
            Hidup di dunia ini tentu saja semua orang mempunyai tujuan, begitu juga saya. Visi hidup saya adalah menjadi orang yang bermanfaat dan membanggakan bagi keluarga dan Negara. Untuk mewujudkan hal itu saya akan belajar dan berusaha dengan giat, dan tidak lupa juga berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Jalani hidup dengan penuh keseriusan dan tanggung jawab, jangan pernah merasa gengsi dengan kekurangan yang kita miliki. Jadikan kekurangan kita sebagai motivasi untuk kita lebih baik dari sekarang. “Life is Struggle”, Hidup ini adalah perjuangan. Jangan pernah menyerah untuk menghadapi krikil kehidupan.
           

Rabu, 17 Oktober 2012

Makalah "Keluarga adalah miniatur perilaku budaya"


Makalah Ilmu Budaya Dasar


Keluarga adalah miniatur perilaku budaya



                                           






Sawung sdsdahsgsafhsfdgdfgfggfdhghghghghgdbfsdfsdfh
Oleh

Nama                            :         Faddilah Ridwan Fiqih
Kelas                            :         1ID08
NPM                             :         32412608




            









Mata Kuliah  :  Ilmu Budaya Dasar
Dosen : Muhammad Burhan Amin




Topik Makalah

Keluarga adalah miniature perilaku budaya


Kelas  :  1-ID08

Tanggal Penyerahan Makalah : 17 Oktober 2012
Tanggal Upload Makalah  :  18 Oktober 2012




P E R N Y A T A A N

Dengan ini saya menyatakan bahwa seluruh pekerjaan dalam penyusunan makalah ini saya buat sendiri tanpa meniru atau mengutip dari tim / pihak lain.

Apabila terbukti tidak benar, saya siap menerima konsekuensi untuk mendapat nilai 1/100 untuk mata kuliah ini.



P e n y u s u n


N P M
Nama Lengkap
Tanda Tangan
32412608
Faddilah Ridwan Fiqih


Program Sarjana Teknik Industri

UNIVERSITAS GUNADARMA

KATA PENGANTAR
 

            Puji syukur saya panjatkan kepada Allah SWT Yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya Sehingga saya dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Keluarga adalah Miniatur Perilaku Budaya. Makalah ini diajukan guna memenuhi tugas mata kuliah IlmuBudaya Dasar Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga makalah ini dapat selesai tepat pada waktunya.
            Negara Indonesia adalah tempat kita menetap, namun yang lebih inti adalah keluarga, yaitu tempat kita berkumpul merasakan suka cita. Keluarga meliputi ayah, ibu dan anak, tentu saja perilaku budaya dalam satu keluarga itu tidak jauh berbeda, bahkan bisa dikatakan sama. Jadi, bias diambil kesimpulan bahwa keluarga itu adalah miniatur perilaku budaya. Topik ini yang akan saya terangkan dalam makalah ini.  
            Penulis sadar makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu saya mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini.
            Akhir kata Saya ucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada pembaca, dan memohon pintu maaf kepada para pembaca bila ada kesalahan baik dalam penulisan kata dan pengertian, karena yng salah datangnya dari saya, dan yang benar datangnya dari Allah SWT,  semoga Allah SWT  selalu memberikan umatnya petunjuk ke jalan yang benar, Amin.




















DAFTAR ISI


Pernyataan……………………………………………………..…………………...........i
Kata Pengantar…………………………………………………..……………......…….ii
Daftar Isi…………………………………………………………..……………........…iii

Bab 1
Pendahuluan…………………………………………………….…………..........……..1
1.Latar Belakang…………………………………………………………..............…….1
2.Tujuan…………………………………………………………………..............…….1
3.Sasaran……………………………………………………………..................………1

Bab 2 Permasalahan……………………………………………...............................…..2
1.Kekuatan……………………………………………......................................……….3
2.Kelemahan…………………………………………....................................…………3
3.Peluang……………………………………………...........…………………………..3
4.Tantangan/Hambatan………………………………..................…………………….3

Bab 3 Kesimpulan dan Rekomendasi……………………………………………...……………………………4
1.Kesimpulan…………………………………….……............……………………….4
2.Rekomendasi…………………………………………....……………………………4
3.Referensi……………......……………………………………………………………4











Bab.1 PENDAHULUAN

1.      Latar Belakang
    Keluarga adalah sebuah himpunan yang isi nya orang-orang yang sedarah, banyak persamaan di dalamnya. Biasanya dalam satu keluarga terdiri atas ayah, ibu dan anak. Ayah dan ibu adalah pengendali keluarga, sedangkan anak adalah yang dibimbing oleh ayah dan ibu, dengan kata lain perilaku anak bias dilihat dari perilaku ayah dan ibu nya.
    Anak merupakan asset untuk kelangsungan hidup suatu keluarga, bahkan untuk kelangsungan hidup suatu Negara. Oleh karena itu pembentukan perilaku oleh orang tua kepada anak sangatlah penting. Tentu nya perilaku yang baik, bukan perilaku yang dapat merugikan orang lain dan keluarga itu sendiri.
    Orang tua yang baik tentu nya yang membimbing anaknya dengan mengenalkan dengan agama dan pendidikan. Jika keduanya itu sudah menjadi hal yang utama dalam membimbing anak, maka bisa dipastikan bahwa anak tersebut memiliki perilaku budaya yang baik. Dengan perilaku budaya yang baik, anak tersebut bias menjadi generasi bangsa yang baik pula dan mengangkat citra keluarga di mata masyarakat.
    

        2.       Tujuan
Tulisan yang dibuat bertujuan untuk:
·         Melaksanakan tugas mata kuliah ilmu budaya dasar
·         Menambah wawasan baik untuk penulis ataupun pembaca
·         Memberikan sedikit gambaran tentang peran keluarga di dalam pembentukan perilaku budaya kepada anak
·         Memberikan pemahaman kepada pembaca tentang bagaimana pentingnya mendidik anak
·         Menciptakan generasi yang berperilaku membagakan
·         Menciptakan sikap mendidik yang baik kepada orang tua
·        Menjaga anak karena merupakan aset bagi keluarga dan negara
·         Mempraktekan dalam kehidupan sehari-hari

3.      Sasaran
   Sasaran dari penulisan makalah ini adalah semua pembaca minimal dapat sedikit memahami arti dari Keluarga sebagai miniature perilaku budaya , sehingga generasi bangsa ini menjadi aik dan lebih baik lagi.





BAB.2 PERMASALAHAN
            Latar belakang orang tua adalah hal yang utama dalam kita menilai perilaku seorang anak, orang tua yang memiliki kehidupan beragama yang kuat biasanya mempunyai anak yang religious, tetapi bias juga anak itu menjadi pribadi yang nakal. Yang pasti priadi itu tidak ada sangkut pautya dengan keluarga, si anak isa seperti itu akibat kehidupan di luar rumah, bisa di sekolah maupun di tempat teman-teman nya.
            Pada jaman globalisasi saat ini mau tidak mau, orang tua harus lebih agresif membimbing anak nya agar menjadi anak yang berperilaku baik. Perkembangan teknologi sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak. Perlu nya strategi khusus dari orang tua untuk mengawasi kegiatan si anak , Secara singkat pengamatan penulis deskripsikan dengan Analisa SWOT.
            Analisa SWOT (Streangth, Weakness, Oppurtunity, Threats ) adalah sebuah bentuk analisa situasi dan kondisi yang bersifat deskriptif (memberi gambaran). Analisa ini menempatkan situasi dan kondisi sebagai sebagai faktor masukan, yang kemudian dikelompokkan menurut kontribusinya masing-masing. Satu hal yang harus diingat baik-baik oleh para pengguna analisa SWOT, bahwa analisa SWOT adalah semata-mata sebuah alat analisa yang ditujukan untuk menggambarkan situasi yang sedang dihadapi atau yang mungkin akan dihadapi oleh organisasi, dan bukan sebuah alat Analisa yang mampu memberikan jawaban dari segala permasalahan yang terjadi.Analisa ini terbagi atas empat komponen dasar yaitu :

1.                        S = Strength (kekuatan) 
adalah situasi atau kondisi yang merupakan kekuatan dari peran keluarga terhadap perilaku budaya
2.                       W = Weakness (kelemahan)
adalah situasi atau kondisi yang merupakan kelemahan dari peran keluarga terhadap perilaku budaya
3.                       O = Opportunity (kesempatan) 
adalah situasi atau kondisi yang merupakan peluang di luar keluarga untuk membentuk perilaku budaya
4.                        T =Threat (ancaman)
adalah situasi yang merupakan ancaman bagi perilaku budaya akibat bimbingan yang tidak baik














2.1.  Strenght ( Kekuatan )

a)      Mulai terbentuk perilaku budaya yang baik

b)      Mulai menjadi kebanggaan keluarga


c)      Menjadi pedoman untuk semua keluarga

d)     Pengertian yang lebih untuk seorang anak


2.2. Kelemahan (Weakness)

·         Lemahnya nya ilmu agama yang dimiliki orang tua menghambat pemahaman terhadap anaknya

·         Buruknya lingkungan sekitar yang mempengaruhi perilaku

·         Kurangnya Minat anak untuk mengenal ilmu agama

·         Kurang paham nya orang tua terhadap keinginan anak


2.3 Peluang (Opportunity)

·         Perkembangan teknologi bisa bermanfaat bagi orang tua untuk lebih kreatif membimbing anak

·         Sekolah dapat memabantu orang tua dalam memberikan bimbingan terhadap anak

·        Kegiatan karang taruna yang menumbuhkan sifat kreatif kepada seorang anak

·         Pengalaman orang tua yang mampu memberikan pemahaman kepada seorang anak



2.4. Tantangan/Hambatan (Threats)

·         Keras nya kehidupan anak muda di luar rumah

·         Pengaruh budaya luar yang buruk yang sangat mudah di cerna olah anak

·         Kesibukan orang tua yang menjadikan berkurang nya pengawasan kepada anak

·        Sifat asli seorang anak yang memiliki sifat keras kepala dan susah diatur
BAB.3 KESIMPULAN DAN REKOMENDASI


3.1 Kesimpulan

     Pemerintah serta keluarga wajib memberikan pendidikan agama ataupun pendidikan akademik kepada seorang anak agar berperilaku baik dan menjadi generasi yang membanggakan bagi keluarga dan Negara. Pemberian fasilitas yang baik dan tingkatkan pengawasan terhadap anak adalah kunci nya.
        Sosialisasi kepada setiap keluarga perlu dilaksakan agar orang tua paham cara mendidik anak yang baik dan benar.

3.2 Rekomendasi.
a)      Peran dari pemerintah
                  Meningkatkan program pendidikan yang lebih berkualitas agar anak-anak bangsa ini berkualitas pula. Tidak terlalu membebankan biaya pendidikan agar setiap golongan keluarga mampu menyekolahkan anak nya, dan setiap anak mendapatkan pendidikan yang baik.

b)      Peran dari masyarakat
            Menciptakan suasana lingkungan yang kondusif, yang bebas dari kegiatan negatif para anak muda. Dengan hal itu, maka tidak akan seorang anak berperilaku buruk di lingkungan tersebut.