Celin dion, penyanyi solo wanita yang satu ini sangat saya gemari.. Lagu-lagu nya sangat menyentuh hati, dengan karakter vocal yang menakjubkan.. Salah satu lagu dari celin yang saya paling suka adalah "The Power of Love" . Isi lirik nya menjelaskan tentang kekuatan cinta..
The whispers in the morning
Of lovers sleeping tight
Are rolling like thunder now
As I look in your eyes
I hold on to your body
And feel each move you make
Your voice is warm and tender
A love that I could not forsake
(first chorus)
’Cause I am your lady
And you are my man
Whenever you reach for me
I’ll do all that I can
Lost is how I’m feeling lying in your arms
When the world outside’s too
Much to take
That all ends when I’m with you
Even though there may be times
It seems I’m far away
Never wonder where I am
’Cause I am always by your side
(repeat first chorus)
(second chorus)
We’re heading for something
Somewhere I’ve never been
Sometimes I am frightened
But I’m ready to learn
Of the power of love
The sound of your heart beating
Made it clear
Suddenly the feeling that I can’t go on
Is light years away
Senin, 22 Oktober 2012
my profile
Jika kalian tahu sebuah grup band metal asal bekasi yang
bernama GARGANTUAR, yang beranggotakan 5 pemuda gagah dan berani, dengan salah
seorang personil yang bernama Faddilah Ridwan Fiqih yang merupakan vocalis dari
grup band tersebut. Orang itu tak lain tak bukan adalah saya. Nama yang islami
yang diberikan oleh orang tua saya ketika saya lahir. Tepat nya pada hari ke
sepuluh di bulan Juni tahun 1993 saya lahir ke bumi ini, di sebuah daerah di
Ibu Kota Indonesia.
Lahir dari keluarga sederhana ternyata sangat bahagia.
Ayah saya yang hanya seorang teknisi panggilan dan ibu saya yang merupakan ibu
rumah tangga, tetapi kasih sayang yang mereka berikan sungguh besar dan tak bisa
saya ungkapkan dengan kata-kata. Saya merupakan anak pertama dari dua
bersaudara, kami sekeluarga tinggal di sebuah istana. Bukan istana para Raja
pastinya, hanya rumah kecil yang cukup menampung 4 orang.
Pendidikan adalah nomor satu bagi saya, dari kecil saya
selalu ingin bersekolah di sekolah unggulan. Untuk mengenalkan saya ke dunia
pendidikan, orang tua saya mendaftarkan saya di sebuah Taman Kanak-kanak yang
bernama TK Puspitasari di daerah Bintara. Setelah 1 tahun merasakan dunia
belajar dan bermain, lalu saya merasakan bangku Sekolah Dasar di SDN Bintara VI
pada usia 6 tahun hingga lulus di tahun 2005. Lulus dari SD, saya melanjutkan
pendidikan ke tingkat SMP, yaitu di SMPN 199 di daerah Jakarta Timur. Di tahun
2008 saya dinyatakan lulus dari SMP, dan beranjak ke dunia putih abu-abu di
SMKN 26 Jakarta, atau lebih dikenal STM Pembangunan Jakarta. Tidak seperti
sekolah lainnya, di sekolah ini saya belajar selama 4 tahun, yaitu 3 tahun
belajar di sekolah dan 1 tahun belajar di Industri. Setelah 4 tahun lama nya
saya berseragam putih abu-abu, akhirnya saya lulus dengan nilai yang memuaskan.
Alhamdulillah Allah memberikan Rezeki yang lebih kepada orang tua saya sehingga
tidak ragu-ragu untuk mendukung saya yang ingin kuliah, dan kuliah lah saya di
sebuah Universitas swasta ternama yaitu Gunadarma pada tahun 2012.
Di suatu malam dalam mimpi saya, terdengar suara ribuan
orang memanggil nama saya. Tentu kalian berfikir itu suara para rakyat yang
menyerukan pemimpinnya. Tetapi bukan itu, suara itu adalah suara ribuan orang
di depan panggung yang menunggu aksi perform dari grup band saya. Ya, itulah
cita-cita saya yang ingin menjadi musisi terkenal. Sangat bangga sekali jika
saya bernyanyi di hadapan ribuan orang di mancanegara, dengan bendera merah
putih berkibar yang terikat pada stand mic yang saya gunakan.
Dua hal yang paling saya sukai adalah olahraga dan
olahsuara. Olahraga permainan adalah yang paling saya gemari dari mulai sepak
bola, bulu tangkis, tenis meja, hingga
volley. Bukan kemenangan yang saya cari, tetapi kesenangan yang membuat hati
ini bahagia. Olahsuara atau menyanyi juga sangat saya sukai, bermacam-macam
genre music hampir semua saya suka, mulai dari Pop, dangdut, jazz, rock, metal,
hingga musik-musik gospel pun saya suka dan sering saya nyanyikan di sela
waktu.
Setelah 19 tahun menjalani hidup di dunia ini, tentu nya saya
pernah mengalami pengalaman hidup yang sangat berkesan dan tak akan terlupakan.
Yaitu pada saat saya duduk di bangku sekolah dasar, saya mewakili sekolah untuk
ikut lomba siswa teladan se Bekasi. Satu bulan saya lalui dengan latihan yang
rutin, saya berada di urutan 17 dari ratusan siswa. Hasil yang cukup
membanggakan bagi saya, sekolah, dan orang tua saya. Hal itu yang tidak akan
pernah terlupakan dalam hidup saya.
Hidup di dunia ini tentu saja semua orang mempunyai
tujuan, begitu juga saya. Visi hidup saya adalah menjadi orang yang bermanfaat
dan membanggakan bagi keluarga dan Negara. Untuk mewujudkan hal itu saya akan
belajar dan berusaha dengan giat, dan tidak lupa juga berdoa kepada Tuhan Yang
Maha Kuasa. Jalani hidup dengan penuh keseriusan dan tanggung jawab, jangan
pernah merasa gengsi dengan kekurangan yang kita miliki. Jadikan kekurangan
kita sebagai motivasi untuk kita lebih baik dari sekarang. “Life is Struggle”, Hidup
ini adalah perjuangan. Jangan pernah menyerah untuk menghadapi krikil kehidupan.
Rabu, 17 Oktober 2012
Makalah "Keluarga adalah miniatur perilaku budaya"
Makalah Ilmu Budaya Dasar
Keluarga adalah miniatur perilaku
budaya
Sawung sdsdahsgsafhsfdgdfgfggfdhghghghghgdbfsdfsdfh
Oleh
Nama
: Faddilah Ridwan
Fiqih
Kelas
: 1ID08
NPM
: 32412608
Mata Kuliah : Ilmu Budaya Dasar
Dosen :
Muhammad Burhan Amin
Topik Makalah
Keluarga adalah miniature perilaku
budaya
Kelas : 1-ID08
Tanggal Penyerahan Makalah : 17 Oktober 2012
Tanggal Upload
Makalah
: 18 Oktober 2012
P E R N Y A T A A N
Dengan ini saya menyatakan bahwa
seluruh pekerjaan dalam penyusunan makalah ini saya buat sendiri tanpa meniru
atau mengutip dari tim / pihak lain.
Apabila terbukti tidak benar, saya siap menerima
konsekuensi untuk mendapat nilai 1/100 untuk mata kuliah ini.
P
e n y u s u n
|
N
P M
|
Nama
Lengkap
|
Tanda
Tangan
|
|
32412608
|
Faddilah
Ridwan Fiqih
|
Program
Sarjana Teknik Industri
UNIVERSITAS
GUNADARMA
KATA
PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan kepada Allah SWT Yang telah memberikan rahmat serta
karunia-Nya Sehingga saya dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Keluarga adalah Miniatur Perilaku Budaya. Makalah ini diajukan
guna memenuhi tugas mata kuliah IlmuBudaya Dasar Saya mengucapkan terima
kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga makalah ini dapat selesai
tepat pada waktunya.
Negara Indonesia adalah tempat kita menetap, namun yang lebih inti adalah
keluarga, yaitu tempat kita berkumpul merasakan suka cita. Keluarga meliputi
ayah, ibu dan anak, tentu saja perilaku budaya dalam satu keluarga itu tidak
jauh berbeda, bahkan bisa dikatakan sama. Jadi, bias diambil kesimpulan bahwa
keluarga itu adalah miniatur perilaku budaya. Topik ini yang akan saya
terangkan dalam makalah ini.
Penulis sadar makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu saya
mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah
ini.
Akhir kata Saya ucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada pembaca, dan
memohon pintu maaf kepada para pembaca bila ada kesalahan baik dalam penulisan
kata dan pengertian, karena yng salah datangnya dari saya, dan yang benar
datangnya dari Allah SWT, semoga Allah SWT selalu memberikan
umatnya petunjuk ke jalan yang benar, Amin.
DAFTAR ISI
Pernyataan……………………………………………………..…………………...........i
Kata
Pengantar…………………………………………………..……………......…….ii
Daftar Isi…………………………………………………………..……………........…iii
Bab 1
Pendahuluan…………………………………………………….…………..........……..1
1.Latar
Belakang…………………………………………………………..............…….1
2.Tujuan…………………………………………………………………..............…….1
3.Sasaran……………………………………………………………..................………1
Bab 2
Permasalahan……………………………………………...............................…..2
1.Kekuatan……………………………………………......................................……….3
2.Kelemahan…………………………………………....................................…………3
3.Peluang……………………………………………...........…………………………..3
4.Tantangan/Hambatan………………………………..................…………………….3
Bab 3
Kesimpulan dan Rekomendasi……………………………………………...……………………………4
1.Kesimpulan…………………………………….……............……………………….4
2.Rekomendasi…………………………………………....……………………………4
3.Referensi……………......……………………………………………………………4
Bab.1 PENDAHULUAN
1.
Latar Belakang
Keluarga adalah sebuah
himpunan yang isi nya orang-orang yang sedarah, banyak persamaan di dalamnya.
Biasanya dalam satu keluarga terdiri atas ayah, ibu dan anak. Ayah dan ibu
adalah pengendali keluarga, sedangkan anak adalah yang dibimbing oleh ayah dan
ibu, dengan kata lain perilaku anak bias dilihat dari perilaku ayah dan ibu
nya.
Anak merupakan asset untuk kelangsungan
hidup suatu keluarga, bahkan untuk kelangsungan hidup suatu Negara. Oleh karena
itu pembentukan perilaku oleh orang tua kepada anak sangatlah penting. Tentu
nya perilaku yang baik, bukan perilaku yang dapat merugikan orang lain dan
keluarga itu sendiri.
Orang tua yang baik tentu nya yang
membimbing anaknya dengan mengenalkan dengan agama dan pendidikan. Jika
keduanya itu sudah menjadi hal yang utama dalam membimbing anak, maka bisa
dipastikan bahwa anak tersebut memiliki perilaku budaya yang baik. Dengan
perilaku budaya yang baik, anak tersebut bias menjadi generasi bangsa yang baik
pula dan mengangkat citra keluarga di mata masyarakat.
2. Tujuan
Tulisan yang dibuat bertujuan untuk:
·
Melaksanakan tugas mata kuliah ilmu
budaya dasar
·
Menambah wawasan baik untuk penulis
ataupun pembaca
·
Memberikan sedikit gambaran tentang
peran keluarga di dalam pembentukan perilaku budaya kepada anak
·
Memberikan pemahaman kepada pembaca
tentang bagaimana pentingnya mendidik anak
·
Menciptakan generasi yang
berperilaku membagakan
·
Menciptakan sikap mendidik yang baik
kepada orang tua
·
Menjaga anak karena merupakan aset bagi
keluarga dan negara
·
Mempraktekan dalam kehidupan
sehari-hari
3.
Sasaran
Sasaran dari penulisan makalah ini adalah semua pembaca minimal dapat sedikit
memahami arti dari Keluarga sebagai miniature
perilaku budaya , sehingga generasi bangsa ini menjadi aik dan lebih baik lagi.
BAB.2 PERMASALAHAN
Latar belakang orang tua adalah hal
yang utama dalam kita menilai perilaku seorang anak, orang tua yang memiliki
kehidupan beragama yang kuat biasanya mempunyai anak yang religious, tetapi
bias juga anak itu menjadi pribadi yang nakal. Yang pasti priadi itu tidak ada sangkut
pautya dengan keluarga, si anak isa seperti itu akibat kehidupan di luar rumah,
bisa di sekolah maupun di tempat teman-teman nya.
Pada jaman globalisasi saat ini mau tidak mau, orang tua harus lebih agresif
membimbing anak nya agar menjadi anak yang berperilaku baik. Perkembangan
teknologi sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak. Perlu nya strategi
khusus dari orang tua untuk mengawasi kegiatan si anak , Secara singkat
pengamatan penulis deskripsikan dengan Analisa SWOT.
Analisa SWOT (Streangth, Weakness, Oppurtunity, Threats ) adalah sebuah bentuk
analisa situasi dan kondisi yang bersifat deskriptif (memberi gambaran).
Analisa ini menempatkan situasi dan kondisi sebagai sebagai faktor masukan,
yang kemudian dikelompokkan menurut kontribusinya masing-masing. Satu hal yang
harus diingat baik-baik oleh para pengguna analisa SWOT, bahwa analisa SWOT
adalah semata-mata sebuah alat analisa yang ditujukan untuk menggambarkan
situasi yang sedang dihadapi atau yang mungkin akan dihadapi oleh organisasi,
dan bukan sebuah alat Analisa yang mampu memberikan jawaban dari segala
permasalahan yang terjadi.Analisa ini terbagi atas empat komponen dasar yaitu :
1.
S = Strength (kekuatan)
adalah
situasi atau kondisi yang merupakan kekuatan dari peran keluarga terhadap perilaku budaya
2.
W = Weakness (kelemahan)
adalah
situasi atau kondisi yang merupakan kelemahan dari peran keluarga terhadap perilaku budaya
3.
O = Opportunity (kesempatan)
adalah
situasi atau kondisi yang merupakan peluang di luar keluarga untuk membentuk
perilaku budaya
4.
T =Threat (ancaman)
adalah
situasi yang merupakan ancaman bagi perilaku
budaya akibat bimbingan yang tidak baik
2.1. Strenght ( Kekuatan )
a) Mulai terbentuk perilaku budaya yang baik
b) Mulai menjadi kebanggaan keluarga
c) Menjadi pedoman untuk semua
keluarga
d) Pengertian yang lebih untuk seorang anak
2.2. Kelemahan (Weakness)
·
Lemahnya nya
ilmu agama yang dimiliki orang tua menghambat pemahaman terhadap anaknya
·
Buruknya
lingkungan sekitar yang mempengaruhi perilaku
·
Kurangnya
Minat anak untuk mengenal ilmu agama
·
Kurang paham
nya orang tua terhadap keinginan anak
2.3 Peluang
(Opportunity)
·
Perkembangan teknologi bisa
bermanfaat bagi orang tua untuk lebih kreatif membimbing anak
·
Sekolah dapat memabantu orang tua
dalam memberikan bimbingan terhadap anak
· Kegiatan karang taruna yang menumbuhkan sifat kreatif
kepada seorang anak
·
Pengalaman orang tua yang mampu memberikan pemahaman kepada seorang anak
2.4. Tantangan/Hambatan (Threats)
·
Keras nya kehidupan anak muda di
luar rumah
· Pengaruh budaya luar yang buruk yang sangat mudah di cerna
olah anak
·
Kesibukan
orang tua yang menjadikan berkurang nya pengawasan kepada anak
· Sifat asli seorang anak yang memiliki sifat
keras kepala dan susah diatur
BAB.3 KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
3.1
Kesimpulan
Pemerintah
serta keluarga wajib memberikan pendidikan agama ataupun pendidikan akademik
kepada seorang anak agar berperilaku baik dan menjadi generasi yang
membanggakan bagi keluarga dan Negara. Pemberian fasilitas yang baik dan
tingkatkan pengawasan terhadap anak adalah kunci nya.
Sosialisasi kepada setiap keluarga
perlu dilaksakan agar orang tua paham cara mendidik anak yang baik dan benar.
3.2
Rekomendasi.
a) Peran dari pemerintah
Meningkatkan program
pendidikan yang lebih berkualitas agar anak-anak bangsa ini berkualitas pula.
Tidak terlalu membebankan biaya pendidikan agar setiap golongan keluarga mampu
menyekolahkan anak nya, dan setiap anak mendapatkan pendidikan yang baik.
b) Peran dari
masyarakat
Menciptakan
suasana lingkungan yang kondusif, yang bebas dari kegiatan negatif para anak
muda. Dengan hal itu, maka tidak akan seorang anak berperilaku buruk di
lingkungan tersebut.
Langganan:
Postingan (Atom)